16 Juli 2010

Jalan Air

Air mencari tempat yang paling rendah, sedangkan manusia mencari tempat paling tinggi.

Air bersifat mengalah, namun selalu tidak pernah kalah.


Air mematikan api dan membersihkan lumpur.


Kalau merasa sekiranya akan dikalahkan, air meloloskan diri dalam bentuk uap dan kembali mengembun.


Air merapuhkan besi hingga hancur menjadi abu.


Bilamana bertemu dengan karang, akan berbelok untuk kemudian meneruskan perjalanannya kembali.


Air membuat jenuh udara sehingga angin menjadi mati.


Air memberikan jalan pada hambatan dengan segala kerendahan hati karena sadar bahwa tak ada sesuatu kekuatan apa pun yang dapat mencegah perjalanannya menuju lautan.


Air menang dengan mengalah.


Air tidak pernah menyerang, namun selalu menang pada akhir perjuangannya.


- Jusuf Sutanto

18 Juni 2010

Bencana Manusia

Aku tersesat disebuah dunia
Dunia yang jauh dari sempurna
Anak-anak mereka gemar bersaing
Memamerkan kepintaran teknologi
"Yang bukan dari bangsa manusia sendiri"
Menjerat urat-urat yang telah lapuk
Merusak alam merusak lingkungan
Menguras energi alam
Membutakan iman anak-anak Tuhan
Apakah akan senasib dengan Atlantika
Mengkhianati bumi
Memusnahkan bangsa sendiri
Utopia tak akan pernah ada
Selain berdamai dengan dunia
Dan engkau yang meneriakkan "perang"
Dengan amunisi di tangan
Nyawamu tak lebih dari korban
Mereka itu nyawa sesamamu sendiri
Anak-anak Ilahi

Politikus yang licik berhati picik
Mengenakan topeng ramah dimuka
Memperalat agama dan kepercayaan
Menarik simpati anak-anak Tuhan
Usahamu akan sia-sia
Menyeret jiwamu sendiri ke neraka

Politik yang penuh ambisi
Mencelakai rakyat sendiri
Memendam ketamakan tersembunyi
Untuk kepentingan sendiri

Aku tak akan mengutuk
Hanya menyesali diri
Kecewa pada bangsa sendiri
Mengapa saling memusuhi
Membuat bencana demi materi
Tidak bernilaikah harga atas nyawa
Bangunlah...
Bangunlah..............
Jangan menyakiti dirimu lagi 


 













June 2010
by ~Sakidaka

27 Mei 2010

Puisi Bulan Mei

Gelap dan Terang

Bukan ketiadaan terang
Hanya mataku terpejam ringan
Mengundang sang hitam kelam
Mengusik jiwaku yang redup-redup terang

Pejam... pejamkan
Jangan kau menentang
Kemana hilangnya pemandangan fana
Termakan sang gelap kelam
Lenyaplah ilusi jahanam

Tertawalah sang Bulan
Terhina diriku makhluk insan
Insan yang mengenal gelap dan terang
Menangis di tepi fatamorgana
Manakala anak-anak tertawa curang

Kembali kudengar derap langkah semayam
Langkah menuju cahaya terang
Mengulurkan tangannya yang terang benderang
Sesimpul senyuman yang mengambang
Aku melihat...
Sebuah kasih yang sempurna
Tanpa noda-noda hitam

~ by Sakidaka








 







Selamat Menyambut Hari Suci Waisak 2554
Sabbe Satta Bhavantu Sukkitattha ...


image source: flickr.com keyword: lotus.